Petualangan Bajak Laut Izzah
Ini adalah beberapa
lembar sobekan halaman dari novel tebal buatan teman saya
(uhuk..uhuk…ndox …uhuk…-Maaf batuk .red-) yang berhasil saya curi dan
foto kopi diperkecil untuk koleksi pribadi.![]()
“Braaak..!”
lagi2 sambetan pedang Aries menghantam pohon-pohon disekitarnya. Tapi
si Boncel memang bukan satria sembarangan, meskipun sudah
terengah-engah nafasnya, namun dengan kegesitannya dia masih mampu
terus menghindar sambil mengumpulkan kembali tenaganya untuk sebuah
serangan balasan. Serangan mem@@@@ buta dari Aries menghancurkan hampir
semua yang bisa dilihat oleh Si boncel, pohon, batu, tanah, semuanya
berserakan dan beterbangan. Tapi si Boncel tahu apa yang dia lakukan,
lebatnya hutan di pulau Cupid ditambah daun-daun dan debu beterbangan
dimanfaatkannya sebagai pelindung, dengan mudahnya dia menyelinap dan
mencari posisi yang baik untuk menghantam Aries.
“ZAAAMM !!” Sebuah serangan Conch Ray yang dahsyat tepat
mendarat di kepala Aries dari arah samping, membuatnya terjerembab dan
harus terjatuh diantara batu-batuan keras. “Zaaaam !!” sekali
lagi sebuah serangan maha dahsyat ini menghantam Aries sampai
bergulung-gulung di tanah. Dalam hitungan detik, si Boncel sudah
menghilang dari pandangan Aries yang masih berusaha bangun. Tubuh Aries
memang terhantam dengan keras, namun kondisi itu masih jauh dari apa
yang disebut “kalah”, dalam hitungan detik sambil mengibaskan kedua
tangannya, Aries sudah kembali siap menjadi mesin penghancur lagi.
“GRAAAAAAHH……!!” raungan Aries memecahkan kesunyian hutan. Aries memang kuat seperti
tank, namun dengan armor yang besar dan berat itu, dia perlu waktu
banyak untuk bangkit dari robohnya. Kondisi ini dipahami betul oleh si
boncel, dimanfaatkannya waktu beberapa detik ini untuk memulihkan
kembali stamina serta mempersiapkan kembali serangan Conch Ray
berikutnya. Pertarungan melawan Aries memang sebuah perjalan ketahanan
yang panjang dan melelahkan. Si boncel bukannya tidak mengetahui itu,
strategy yang tepat serta perhitungan yang akurat sangat diperlukan
untuk bisa menundukkan monster yang satu ini.
Kali ini
Aries lebih marah dari sebelumnya, tidak sekedar menebas pohon dan
bebatuan, kali ini Aries melemparkan pohon-pohon tersebut ke segala
arah, mendorong batu-batuan besar dengan tangan kekarnya, dan memaksa
si Boncel keluar dari persembunyiannya. Tenaga Boncel belum pulih
sepenuhnya, namun Aries tidak memberinya banyak pilihan untuk
meninggalkan persembunyian.
“GRAAAAAHH….!!” Kemarahan Aries memuncak setelah menmukan
posisi Boncel di salah satu bebatuan besar. Serangan bertubi-tubi dan
mem@@@@ buta kembali di lancarkan Aries ke arah boncel, “Braak..!! Sraag…!! Gubraak..!!” suara kayu dan batu beradu. Nasib Si Boncel kali ini agak kurang
beruntung, walaupun belum ada sabetan Aries yang benar-benar telak
mengenainya, namun hantaman pohon dan bebatuan sempat melukai tubuh
Boncel yang belum pulih sepenuhnya.
Seolah tak pernah kehabisan
tenaga, Aries terus mengejar dan menyudutkan posisi Si Boncel ke tepian
bebatuan. Kali ini tampaknya Boncel sudah tak punya pilihan selain
melakukan serangan direct confrontation ke arah Aries. Bebatuan tinggi
di belakang tidak mengijinkan untuk mundur, sedangkan di kanan dan kiri
pun tak cukup ruang untuk bermanufer. Akhirnya dengan sisa tenaga yang
ada, sebuah serangan Conch Ray di hantamkan ke arah Aries……
“JLEGEERRRRR…!!!!” suara pedang besar Aries beradu dengan Conch Ray tepat 1 meter di depan
si Boncel. Aries terlempar mundur beberapa kaki, namun di Boncel
terlempar dengan keras ke arah bebatuan. Tubuh Boncel hampir tak kuat
lagi untuk bangkit, benturan keras dengan bebatuan menguras habis
kekuatan dan staminanya. Dengan nafas terengah-engah dan memegangi luka
di lengannya, Boncel berusaha kembali siap menerima serangan Aries.
“Tidak… tidak disini, dan bukan sekarang waktunya” serunya dalam hati,
walaupun pedang Aries sudah kembali terhunus beberapa kaki di depannya,
namun semangat untuk bertahan tetap memberinya kekuatan untuk bangkit.
“GRAAAAAHH….!!” Aries berlari ke arah Boncel dengan kekuatan penuh dan pedang terhunus….
“DAR DAR DAR !!!” …. Tiba-tiba Aries tersentak menyadari ada sesuatu
menghantam kepalanya, membuatnya kehilangan keseimbangan saat berlari,
dan … “GEDEBUMM…” Aries kembali menghamtam tanah, terjatuh kehilangan keseimbangan.
Dengan serta merta Boncel mengalihkan pandangannya ke balik
semak-semak, dia tahu dari sanalah asal serangan yang membuat Aries
terjerembab. Dari sanalah suara Tembakan Khas dari pistol Unseal Milik
seorang SharpShooter berasal.
“Halo Boncel… masih hidup kan?” sapa sang sharpshooter yang muncul dari balik semak.
“Aaaa… Izzy !! …. knapa lama sekali? Hampir mokad nih dihajar Aries…” balas Boncel.
“Hehe… maaf, maklum telat baca smsnya tadi, lagi bobok sih” izzy membela diri.
Sejenak seolah mereka lupa tentang mighty Aries yg sedang ada di antara mereka.
“GRAAAAAAHHH…!!!” suara raungan Aries memecah, tanda Aries akan segera siap menjadi mesin penghancur kembali dalam beberapa saat.
“Boncel !! Buruan pergi dari situ…!” teriak izzy sambil kembali membidik kepala Aries.
“DAR DAR DAR !!” tembakan bertubi kembali dilepaskan
oleh izzy. Kali ini Aries sudah lebih waspada dengan serangan ini,
Aries melindungi mukanya dengan tangannya yang dibalut baju zirah emas.
Serangan ini memang bukan bertujuan untuk melumpuhkan Aries, namun
sebenarnya untuk memberikan covering shot agar si Boncel bisa mencari
titik yang lebih aman. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik, dalam
hitungan seper sekian detik, boncel telah berhasil pergi dari himpitan
bebatuan & pedang Aries.
“Boncel… duduk saja dulu untuk pulihkan energimu, Aries biar kami yang atasi dulu..” Kata Izzy.
“Hah? Kami?....” belum selesai rasa tanda tanya Boncel tiba tiba “GLARR GLARR GLARR !!” bola-bola energi yang entah darimana datangnya menghantam tepat tebing batu yang ada di sekitar Aries. “GLUDUK GLUDUK GLUDDUK… BLLAARRR…!!” Tebing batu itu runtuh memaksa Aries terkubur di tumpukan batu-batu besar.
“Halo
Boncel, tentunya gak lucu kan kalau izzy datang sendirian ke hutan
ganas ini? Hehe..” ucap sang SealMaster muncul dari balik kerumunan
pohon, sang SealMaster yang baru saja mengubur Aries dengan skill
andalannya.
“Aah… Teamy… kau juga datang….” Sahut Boncel.
“Sudahlah … bukannya kamu yg tadi sms-sms ke kita minta bantuan untuk hajar Aries?”, jawab Teamy.
“Hehe… habisnya ini misi darurat sih, jadi gak sempat bikin persipan yg matang”, Boncel menjelaskan.
“Boncel sini, aku rapalkan mantera supaya cepet sembuh…”, Teamy
seolah mengingatkan lagi tentang kemampuannya melakukan skill
penyembuhan.
“Amitaba-amitaba… shanchay chancay….. ooom shanti oooom…..”,
terdengar cewek tukang mantera ini komat kamit baca mantera.
“Ziiiing….” Lingkaran sinar putih menyelimuti tubuh Boncel seraya menyembuhkan luka-luka dan mengembalikan energynya.
“Satu lagi mantra untuk bekali kalian agar lebih kuat nih ….. mbul
gombal gambul gombal gambul cuih cuih huek byor…” Seraya sang
SealMaster memberikan manteranya untuk menambah attack & defense
dari teman-temannya.
“OK semuanya? Sudah siap hajar Aries lagi?…”, Teamy menimpali
“Siap Bos !! Lock & Load !...”, jawab sang SharpShooter
“Go go go ..!!” Teriak Boncel
“Roger That !”, sahut Teamy
------------- Lho ini Counter Strike atau PKO sih?---------------![]()
“BLEDARRR…..BLEDARR…!”,
sesuai dugaan Teamy, batu-batu yang mengubur Aries satu per satu mulai
terlempar ke sana sini. Sang Aries mulai muncul dari tumpukan batu.
Kali ini ke 3 satria imut ini yang menyerang lebih dulu “DAR DAR …!! ZZAaaam…. !”
suara
tembakan dan serangan mereka menghujani Aries. Dengan dibantu oleh 2
rekan yang lain, kali ini si Boncel tidak perlu terlalu menguras
tenaganya untuk hit and run. Kali ini mereka lebih fokus untuk bisa
segera merobohkan Aries dengan damage yang besar dan serangan yang
efektif.
Secara teori mereka bertiga sudah diatas angin, ada si
Boncel yang memiliki serangan Conch Ray yang dahsyat, ada Teamy yg bisa
heal dan memmberikan mantra penambah kekuatan, serta Izzy dengan range
attack serta skill-skill status effect untuk Aries. Namun sekali lagi
perburuan Aries adalah perjuangan panjang yang melelahkan. 10 menit, 20
menit, 40 menit tampaknya sudah ratusan kali Aries terjerembab jatuh,
namun secara fakta stamina Aries masih di atas 65% sampai titik ini.
Artinya mereka mulai berpacu dengan waktu, kalau tidak tenaga mereka
lambat laun akan berkurang seiring berjalannya waktu.
“Kita butuh tambahan tenaga…..!” kata Teamy.![]()
“Itu Benar, aku mau kontak teman2 dulu, kalian alihkan dulu perhatian
Aries ya..” jawab sang SharpShooter seraya mengeluarkan BlackBerry
warna biru nya dari saku kantong baju Unsealnya. (Blackberry kok Biru?
–red). “tit tut tat tit tut tuuut….” Keyboard blackberry mulai di
pencet-pencet.
“Haloo….” Jawab seseorang di sebrang sana.
“Mas Drax …! Lagi sibuk gak? Kita butuh bantuan nih… lagi hajar Aries…” sahut izzy
“……………………..” Tidak ada jawaban lagi dari mr Drax
“Alow… Mas Drax? Kok diem…” izzy mengejar
“…. GROOOOOOK…!! Zzzzzz…. Werrrr…. Werrr..!!! GROOOOK..” tiba-tiba
jawaban tak terduga datang dari mr Drax dari balik teleponnya
“.. ewww…. Gubrak, keterlaluan…. Malah ketiduran lagi…” kata izzy dengan shocknya![]()
“GROOOOKK !!!” semakin semangat jawaban dari Mr Drax.
“Haiaaa….” Sahut izzy seraya menutup teleponnya. Sambil coba
mencari-cari di address book akhirnya nomor salah satu satria PKO
lainnya di hubungi, dipilihnya nama GrandoX dari address booknya.
Kosong lapan sekian sekian…. Sekian sekian sekian, pencet “OK”.
“………Nomor yang anda hubungi, bukan nomor telepon, nomor yang anda
hubungi adalah nomor togel….” Terdengar suara veronica dari balik
telepon.![]()
“Wew….aaaaaaaaaaaaaaaaah…! ” izzy tambah sebel. Dicarinya lagi nomer ksatria lain, Mr Piretay, pencet OK.
“Alo izzy…. Da apa?” suara lunak membuka pembicaraan dari balik telepon
“Alo Mas, lagi ngapain? Bantuin doonk mass… hajar Aries yuuk” rayu izzy
“Lho? Bukannya sudah pada selesai quest yang itu?”, jawab Mr Piretay sang SharpShooter
“Hmm iya sih, ini kita lagi bantuin temen mas, si Boncel dia belum lulus ujian Ariesnya”, Izzi memberikan penjelasan
“Oo gitu, OK Deh, on the way ya…. Tunggu disitu”, Mr Piretay
menjawab seraya berbegas pakai celananya (Lho? Tadi blm pakai celana)![]()
“OK mas, makasih ya, izzy tunggu nih….” Izzy mengakhiri percakapan tersebut.
Belum sempat izzy mengontak teman yang lain, terdengar teriakan
dari Teamy di kejauhan “Izzy bantu kami dulu, gunakan enfeeble skill
nya, Aries mulai aneh2 nih….!”![]()
“OK ok aku datang..” sahut izzy seraya menyiapkan Below Of
Evanescenenya untuk melepaskan tembakan Enfeeble. Bidikan sudah di
arahkan ke Aries, dengan satu hentakan yang pasti, tembakan enfeeble di
lepaskan…
“ZIIING…! ZIIING…!” 2 buah tembakan enfeeble dari 2 arah
yang berbeda secara bersamaan mengenai kepala dan dada Aries,
membuatnya terjerembab dan menabrak pohon di kanan kirinya “Braaak ..klontang klontang…”
“Lho? Kok ada 2 enfeeble? ” tanya si Boncel, “aaaa pasti satunya milik…”
“Mas Piretay ! cepet amat datangnya !” sahut izzy
“Halo semua, udah berapa persen stamina Aries nih?” tanya Mr
Piretay seraya mendekat sambil meniup ujung laras senjata nya.
“Piretay, met datang, masih 60% lebih nih Ariesnya…” timpal Teamy.![]()
Mr Piretay membaca suasana sebentar “OK, ayo kita hajar bareng2!
Izzy kamu fokus tembak pakai Cripple ya? Tembak terus sampai SP habis,
lalu mundur dan isi SP lagi… ok!”
“Siap bos!” sahut izzy dengan semangat
Kini mereka ber 4 sudah ber siap-siap kembali menghajar Aries dengan strategy baru dan bantuan tenaga dari mr Piretay.
“Alo semua…” Tiba-tiba muncul seorang crusader berbaju zirrah emas berjalan maju mendekati mereka.
“Ah Mr Attitude …. Datang juga” Kata Teamy
“Uhui sip… tambah kuat nih team kita” sahut izzy dengan semangat.
“Hehe… ok siapa ini yang masih belum dapet Emblem ariesnya?” sang crusader bertanya
“Cuma si Boncel aja, kita lagi bantu dia… ok Boncel party sama Mr Attitude” Teamy menengahi
“Ya, para sharpshooter lanjutkan dengan status attack ya, Teamy
kasih support magic buat kita, aku sama Boncel yang akan direct
confront dengan Aries… OK?!” sang crusader menegaskan kembali strategy
yang sudah dibangun
“Hajaar …!” Teriak mereka semua hampir bersamaan.![]()
“BRAAK, ZIING, BLAAR !! CLANK CLINK BDAAR!! BDAAR!!” suara serangan-serangan mereka terdengar smapai radius beberapa mil
dari hutan cupid. Dengan strategy ini dan bantuan dari sang crusader
tampaknya Aries bisa dengan lebih cepat di robohkan, 50% …. 30% …. 10%
…. Sampai akhirnya dengan sebuah Slash maut sang crusader mengakhiri
perlawanan Aries.
“ZLAAAR…!!” Aries serta merta tersungkur ke tanah, Berguling-guling beberapa kali sampai akhirnya berhenti di antara bebatuan.
“Hosh…hosh….” Nafas ke 5 satria PKO ini berpacu sembari menyaksikan robohnya mighty Aries.
“He he he…. Kita berhasil…” kata si Boncel
“Yups…. Good work team” sahut Teamy
“Yes !” izzah menimpali
“Ho ho ho…” Mr Piretay hanya tertawa kecil
“Makasih banyak ya teman2…. Dah dapet nih emblem nya”, si Boncel mengutarakan kegembiraanya
“hihihi …. “ izzy tersenyum tipis.
Selama beberapa menit mereka semua terlibat chit chat ringan, saling
canda dan sindir sampai akhirnya tiba waktunya untuk berpisah. Mr
Attitude kembali ke dunia misteriusnya, izzy kembali meneruskan
pertapaanya (afk – Bobo), Teamy kembali ke ritual harian di darkswamp,
dan Mr Piretay seperti biasa menunggu bar Argent untuk melayani para om
– om yang haus honor point di dunia PKO.
----------------------------------------
>> PKO is not just a game, it’s about friendship and a
community for life.
