Petualangan Bajak Laut Izzah

Dibaca 371 kali | Author : PKO | Kategori: Cerpen Online | 07 Juli 2009

Ini adalah beberapa lembar sobekan halaman dari novel tebal buatan teman saya (uhuk..uhuk…ndox …uhuk…-Maaf batuk .red-) yang berhasil saya curi dan foto kopi diperkecil untuk koleksi pribadi.
“Braaak..!” lagi2 sambetan pedang Aries menghantam pohon-pohon disekitarnya. Tapi si Boncel memang bukan satria sembarangan, meskipun sudah terengah-engah nafasnya, namun dengan kegesitannya dia masih mampu terus menghindar sambil mengumpulkan kembali tenaganya untuk sebuah serangan balasan. Serangan mem@@@@ buta dari Aries menghancurkan hampir semua yang bisa dilihat oleh Si boncel, pohon, batu, tanah, semuanya berserakan dan beterbangan. Tapi si Boncel tahu apa yang dia lakukan, lebatnya hutan di pulau Cupid ditambah daun-daun dan debu beterbangan dimanfaatkannya sebagai pelindung, dengan mudahnya dia menyelinap dan mencari posisi yang baik untuk menghantam Aries.


“ZAAAMM !!”
Sebuah serangan Conch Ray yang dahsyat tepat mendarat di kepala Aries dari arah samping, membuatnya terjerembab dan harus terjatuh diantara batu-batuan keras. “Zaaaam !!” sekali lagi sebuah serangan maha dahsyat ini menghantam Aries sampai bergulung-gulung di tanah. Dalam hitungan detik, si Boncel sudah menghilang dari pandangan Aries yang masih berusaha bangun. Tubuh Aries memang terhantam dengan keras, namun kondisi itu masih jauh dari apa yang disebut “kalah”, dalam hitungan detik sambil mengibaskan kedua tangannya, Aries sudah kembali siap menjadi mesin penghancur lagi.


“GRAAAAAAHH……!!”
raungan Aries memecahkan kesunyian hutan. Aries memang kuat seperti tank, namun dengan armor yang besar dan berat itu, dia perlu waktu banyak untuk bangkit dari robohnya. Kondisi ini dipahami betul oleh si boncel, dimanfaatkannya waktu beberapa detik ini untuk memulihkan kembali stamina serta mempersiapkan kembali serangan Conch Ray berikutnya. Pertarungan melawan Aries memang sebuah perjalan ketahanan yang panjang dan melelahkan. Si boncel bukannya tidak mengetahui itu, strategy yang tepat serta perhitungan yang akurat sangat diperlukan untuk bisa menundukkan monster yang satu ini.

Kali ini Aries lebih marah dari sebelumnya, tidak sekedar menebas pohon dan bebatuan, kali ini Aries melemparkan pohon-pohon tersebut ke segala arah, mendorong batu-batuan besar dengan tangan kekarnya, dan memaksa si Boncel keluar dari persembunyiannya. Tenaga Boncel belum pulih sepenuhnya, namun Aries tidak memberinya banyak pilihan untuk meninggalkan persembunyian.

“GRAAAAAHH….!!” Kemarahan Aries memuncak setelah menmukan posisi Boncel di salah satu bebatuan besar. Serangan bertubi-tubi dan mem@@@@ buta kembali di lancarkan Aries ke arah boncel, “Braak..!! Sraag…!! Gubraak..!!” suara kayu dan batu beradu. Nasib Si Boncel kali ini agak kurang beruntung, walaupun belum ada sabetan Aries yang benar-benar telak mengenainya, namun hantaman pohon dan bebatuan sempat melukai tubuh Boncel yang belum pulih sepenuhnya.
Seolah tak pernah kehabisan tenaga, Aries terus mengejar dan menyudutkan posisi Si Boncel ke tepian bebatuan. Kali ini tampaknya Boncel sudah tak punya pilihan selain melakukan serangan direct confrontation ke arah Aries. Bebatuan tinggi di belakang tidak mengijinkan untuk mundur, sedangkan di kanan dan kiri pun tak cukup ruang untuk bermanufer. Akhirnya dengan sisa tenaga yang ada, sebuah serangan Conch Ray di hantamkan ke arah Aries……

“JLEGEERRRRR…!!!!”
suara pedang besar Aries beradu dengan Conch Ray tepat 1 meter di depan si Boncel. Aries terlempar mundur beberapa kaki, namun di Boncel terlempar dengan keras ke arah bebatuan. Tubuh Boncel hampir tak kuat lagi untuk bangkit, benturan keras dengan bebatuan menguras habis kekuatan dan staminanya. Dengan nafas terengah-engah dan memegangi luka di lengannya, Boncel berusaha kembali siap menerima serangan Aries.
“Tidak… tidak disini, dan bukan sekarang waktunya” serunya dalam hati, walaupun pedang Aries sudah kembali terhunus beberapa kaki di depannya, namun semangat untuk bertahan tetap memberinya kekuatan untuk bangkit.

“GRAAAAAHH….!!” Aries berlari ke arah Boncel dengan kekuatan penuh dan pedang terhunus….
“DAR DAR DAR !!!” …. Tiba-tiba Aries tersentak menyadari ada sesuatu menghantam kepalanya, membuatnya kehilangan keseimbangan saat berlari, dan … “GEDEBUMM…” Aries kembali menghamtam tanah, terjatuh kehilangan keseimbangan. Dengan serta merta Boncel mengalihkan pandangannya ke balik semak-semak, dia tahu dari sanalah asal serangan yang membuat Aries terjerembab. Dari sanalah suara Tembakan Khas dari pistol Unseal Milik seorang SharpShooter berasal.

“Halo Boncel… masih hidup kan?” sapa sang sharpshooter yang muncul dari balik semak.

“Aaaa… Izzy !! …. knapa lama sekali? Hampir mokad nih dihajar Aries…” balas Boncel.

“Hehe… maaf, maklum telat baca smsnya tadi, lagi bobok sih” izzy membela diri.
Sejenak seolah mereka lupa tentang mighty Aries yg sedang ada di antara mereka.

“GRAAAAAAHHH…!!!” suara raungan Aries memecah, tanda Aries akan segera siap menjadi mesin penghancur kembali dalam beberapa saat.
“Boncel !! Buruan pergi dari situ…!” teriak izzy sambil kembali membidik kepala Aries.

“DAR DAR DAR !!” tembakan bertubi kembali dilepaskan oleh izzy. Kali ini Aries sudah lebih waspada dengan serangan ini, Aries melindungi mukanya dengan tangannya yang dibalut baju zirah emas. Serangan ini memang bukan bertujuan untuk melumpuhkan Aries, namun sebenarnya untuk memberikan covering shot agar si Boncel bisa mencari titik yang lebih aman. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik, dalam hitungan seper sekian detik, boncel telah berhasil pergi dari himpitan bebatuan & pedang Aries.

“Boncel… duduk saja dulu untuk pulihkan energimu, Aries biar kami yang atasi dulu..” Kata Izzy.

“Hah? Kami?....” belum selesai rasa tanda tanya Boncel tiba tiba “GLARR GLARR GLARR !!” bola-bola energi yang entah darimana datangnya menghantam tepat tebing batu yang ada di sekitar Aries. “GLUDUK GLUDUK GLUDDUK… BLLAARRR…!!” Tebing batu itu runtuh memaksa Aries terkubur di tumpukan batu-batu besar.

“Halo Boncel, tentunya gak lucu kan kalau izzy datang sendirian ke hutan ganas ini? Hehe..” ucap sang SealMaster muncul dari balik kerumunan pohon, sang SealMaster yang baru saja mengubur Aries dengan skill andalannya.

“Aah… Teamy… kau juga datang….” Sahut Boncel.

“Sudahlah … bukannya kamu yg tadi sms-sms ke kita minta bantuan untuk hajar Aries?”, jawab Teamy.

“Hehe… habisnya ini misi darurat sih, jadi gak sempat bikin persipan yg matang”, Boncel menjelaskan.

“Boncel sini, aku rapalkan mantera supaya cepet sembuh…”, Teamy seolah mengingatkan lagi tentang kemampuannya melakukan skill penyembuhan.

“Amitaba-amitaba… shanchay chancay….. ooom shanti oooom…..”, terdengar cewek tukang mantera ini komat kamit baca mantera.

“Ziiiing….”
Lingkaran sinar putih menyelimuti tubuh Boncel seraya menyembuhkan luka-luka dan mengembalikan energynya.

“Satu lagi mantra untuk bekali kalian agar lebih kuat nih ….. mbul gombal gambul gombal gambul cuih cuih huek byor…” Seraya sang SealMaster memberikan manteranya untuk menambah attack & defense dari teman-temannya.

“OK semuanya? Sudah siap hajar Aries lagi?…”, Teamy menimpali

“Siap Bos !! Lock & Load !...”, jawab sang SharpShooter

“Go go go ..!!” Teriak Boncel

“Roger That !”, sahut Teamy
------------- Lho ini Counter Strike atau PKO sih?---------------
“BLEDARRR…..BLEDARR…!”, sesuai dugaan Teamy, batu-batu yang mengubur Aries satu per satu mulai terlempar ke sana sini. Sang Aries mulai muncul dari tumpukan batu. Kali ini ke 3 satria imut ini yang menyerang lebih dulu “DAR DAR …!! ZZAaaam…. !” suara tembakan dan serangan mereka menghujani Aries. Dengan dibantu oleh 2 rekan yang lain, kali ini si Boncel tidak perlu terlalu menguras tenaganya untuk hit and run. Kali ini mereka lebih fokus untuk bisa segera merobohkan Aries dengan damage yang besar dan serangan yang efektif.
Secara teori mereka bertiga sudah diatas angin, ada si Boncel yang memiliki serangan Conch Ray yang dahsyat, ada Teamy yg bisa heal dan memmberikan mantra penambah kekuatan, serta Izzy dengan range attack serta skill-skill status effect untuk Aries. Namun sekali lagi perburuan Aries adalah perjuangan panjang yang melelahkan. 10 menit, 20 menit, 40 menit tampaknya sudah ratusan kali Aries terjerembab jatuh, namun secara fakta stamina Aries masih di atas 65% sampai titik ini. Artinya mereka mulai berpacu dengan waktu, kalau tidak tenaga mereka lambat laun akan berkurang seiring berjalannya waktu.

“Kita butuh tambahan tenaga…..!” kata Teamy.
“Itu Benar, aku mau kontak teman2 dulu, kalian alihkan dulu perhatian Aries ya..” jawab sang SharpShooter seraya mengeluarkan BlackBerry warna biru nya dari saku kantong baju Unsealnya. (Blackberry kok Biru? –red). “tit tut tat tit tut tuuut….” Keyboard blackberry mulai di pencet-pencet.

“Haloo….” Jawab seseorang di sebrang sana.

“Mas Drax …! Lagi sibuk gak? Kita butuh bantuan nih… lagi hajar Aries…” sahut izzy

“……………………..” Tidak ada jawaban lagi dari mr Drax

“Alow… Mas Drax? Kok diem…” izzy mengejar

“…. GROOOOOOK…!! Zzzzzz…. Werrrr…. Werrr..!!! GROOOOK..” tiba-tiba jawaban tak terduga datang dari mr Drax dari balik teleponnya

“.. ewww…. Gubrak, keterlaluan…. Malah ketiduran lagi…” kata izzy dengan shocknya

“GROOOOKK !!!” semakin semangat jawaban dari Mr Drax.

“Haiaaa….” Sahut izzy seraya menutup teleponnya. Sambil coba mencari-cari di address book akhirnya nomor salah satu satria PKO lainnya di hubungi, dipilihnya nama GrandoX dari address booknya. Kosong lapan sekian sekian…. Sekian sekian sekian, pencet “OK”.

“………Nomor yang anda hubungi, bukan nomor telepon, nomor yang anda hubungi adalah nomor togel….” Terdengar suara veronica dari balik telepon.

“Wew….aaaaaaaaaaaaaaaaah…! ” izzy tambah sebel. Dicarinya lagi nomer ksatria lain, Mr Piretay, pencet OK.

“Alo izzy…. Da apa?” suara lunak membuka pembicaraan dari balik telepon

“Alo Mas, lagi ngapain? Bantuin doonk mass… hajar Aries yuuk” rayu izzy

“Lho? Bukannya sudah pada selesai quest yang itu?”, jawab Mr Piretay sang SharpShooter

“Hmm iya sih, ini kita lagi bantuin temen mas, si Boncel dia belum lulus ujian Ariesnya”, Izzi memberikan penjelasan

“Oo gitu, OK Deh, on the way ya…. Tunggu disitu”, Mr Piretay menjawab seraya berbegas pakai celananya (Lho? Tadi blm pakai celana)

“OK mas, makasih ya, izzy tunggu nih….” Izzy mengakhiri percakapan tersebut.

Belum sempat izzy mengontak teman yang lain, terdengar teriakan dari Teamy di kejauhan “Izzy bantu kami dulu, gunakan enfeeble skill nya, Aries mulai aneh2 nih….!”
“OK ok aku datang..” sahut izzy seraya menyiapkan Below Of Evanescenenya untuk melepaskan tembakan Enfeeble. Bidikan sudah di arahkan ke Aries, dengan satu hentakan yang pasti, tembakan enfeeble di lepaskan…

“ZIIING…! ZIIING…!” 2 buah tembakan enfeeble dari 2 arah yang berbeda secara bersamaan mengenai kepala dan dada Aries, membuatnya terjerembab dan menabrak pohon di kanan kirinya “Braaak ..klontang klontang…”

“Lho? Kok ada 2 enfeeble? ” tanya si Boncel, “aaaa pasti satunya milik…”

“Mas Piretay ! cepet amat datangnya !” sahut izzy

“Halo semua, udah berapa persen stamina Aries nih?” tanya Mr
Piretay seraya mendekat sambil meniup ujung laras senjata nya.

“Piretay, met datang, masih 60% lebih nih Ariesnya…” timpal Teamy.

Mr Piretay membaca suasana sebentar “OK, ayo kita hajar bareng2! Izzy kamu fokus tembak pakai Cripple ya? Tembak terus sampai SP habis, lalu mundur dan isi SP lagi… ok!”

“Siap bos!” sahut izzy dengan semangat

Kini mereka ber 4 sudah ber siap-siap kembali menghajar Aries dengan strategy baru dan bantuan tenaga dari mr Piretay.
“Alo semua…” Tiba-tiba muncul seorang crusader berbaju zirrah emas berjalan maju mendekati mereka.

“Ah Mr Attitude …. Datang juga” Kata Teamy

“Uhui sip… tambah kuat nih team kita” sahut izzy dengan semangat.

“Hehe… ok siapa ini yang masih belum dapet Emblem ariesnya?” sang crusader bertanya

“Cuma si Boncel aja, kita lagi bantu dia… ok Boncel party sama Mr Attitude” Teamy menengahi

“Ya, para sharpshooter lanjutkan dengan status attack ya, Teamy kasih support magic buat kita, aku sama Boncel yang akan direct confront dengan Aries… OK?!” sang crusader menegaskan kembali strategy yang sudah dibangun

“Hajaar …!” Teriak mereka semua hampir bersamaan.

“BRAAK, ZIING, BLAAR !! CLANK CLINK BDAAR!! BDAAR!!”
suara serangan-serangan mereka terdengar smapai radius beberapa mil dari hutan cupid. Dengan strategy ini dan bantuan dari sang crusader tampaknya Aries bisa dengan lebih cepat di robohkan, 50% …. 30% …. 10% …. Sampai akhirnya dengan sebuah Slash maut sang crusader mengakhiri perlawanan Aries.

“ZLAAAR…!!” Aries serta merta tersungkur ke tanah, Berguling-guling beberapa kali sampai akhirnya berhenti di antara bebatuan.

“Hosh…hosh….” Nafas ke 5 satria PKO ini berpacu sembari menyaksikan robohnya mighty Aries.

“He he he…. Kita berhasil…” kata si Boncel

“Yups…. Good work team” sahut Teamy

“Yes !” izzah menimpali

“Ho ho ho…” Mr Piretay hanya tertawa kecil

“Makasih banyak ya teman2…. Dah dapet nih emblem nya”, si Boncel mengutarakan kegembiraanya

“hihihi …. “ izzy tersenyum tipis.

Selama beberapa menit mereka semua terlibat chit chat ringan, saling canda dan sindir sampai akhirnya tiba waktunya untuk berpisah. Mr Attitude kembali ke dunia misteriusnya, izzy kembali meneruskan pertapaanya (afk – Bobo), Teamy kembali ke ritual harian di darkswamp, dan Mr Piretay seperti biasa menunggu bar Argent untuk melayani para om – om yang haus honor point di dunia PKO.
----------------------------------------

>> PKO is not just a game, it’s about friendship and a community for life. 

Tentang Penulis Artikel

www.pko.co.id More »