Catatan Perjalanan Bajak Laut Gran: Perjalanan Ke Pulau Harta

Ini adalah beberapa
halaman sobekan dari sebuah buku tebal berjudul Catatan Perjalanan
Bajak Laut Gran, Bab Lv 35-40 tentang sebuah perjalanan panjang
perburuan harta karun.
Matahari merayap kian tinggi diatas langit Magical Ocean. Hari itu
cuaca benar-benar panas. Penduduk daratan Prairie Desert berteduh
dibawah atap bangunan-bangunan kota. Castleguard Michael yang menjaga
kota Shaitan bernaung diantara bebatuan tinggi. Sang bandit Supermun
pun tak ketinggalan berlindung dibawah pepohonan di dekat sebuah oasis.
Angin gurun bertiup sesekali menerbangkan pasir, menciptakan badai
kecil yang menghalangi pandangan.
Di salah satu sudut reruntuhan kuno Old Shaitan City, badai pasir
mulai reda. Tampak dari balik angin debu yang mulai memudar seekor
Aberrance Hopping Lizard terkapar tak bernapas. Darah bersimbah
menggenangi tanah tempat kadal besar itu tergeletak menganga. Seorang
swordsman bertubuh besar memungut sebuah kapak yang terjatuh.
“Hmm, gila nih si kadal. Ada kapak di perutnya!! Hmm pantes aja
matanya melotot terus, ga nahan kali ya hihihi. Lumayan buat modal
Ilegal logging”
Sang swordsman lalu menyarungkan pedangnya di pundak. Berjalan
menelusuri reruntuhan kuno itu jauh ke selatan, menuju sebuah kota
pelabuhan terkenal, Shaitan City. Dibiarkannya unta-unta liar berlalu
lalang di jalan, selama tidak mengganggunya. Ditempuhnya jalan setapak
menuju kota.
Tiba di gerbang kota, seorang gadis cilik yang sejak tadi duduk menunggu berlari menyambutnya.
“kk Grand!!” seru gadis kecil itu.
Sang swordsman tersenyum, “Halo Naaa”
“kk darimana aja, kita udah nunggu lamaaaa tau!!”
“Hohoho maaf, tadi sempet mampir ke Old Shaitan, buru kadal” sang swordsman nyengir.
“weee kk dapet apa?”
“Nih” Sang swordsman memamerkan kapak yang baru didapatkannya dengan bangga.
“Wah wah wah, udahan dulu kangen kangenannya, nanti diteruskan
dibelakang” seorang perempuan kecil lain ternyata bersandar dibalik
tembok gerbang, mengomentari percakapan barusan.
“Wew, cen. Cemburu yaaa hehehe.. Sini tak gendong” sang swordsman membalas.
“Ogah ah, kamu itu harusnya ditunggangi” si perempuan kecil melengos.
“Wuahahaha bisa aja kamu cen” swordsman tadi sama sekali tidak tersinggung.
“Ih, kk cen kok gitu sih sama kk Grand” Gadis kecil yang menyambut sang swordsman protes.
“Hmm gak penting” balas perempuan kecil bernama Centil itu seraya
merapikan rambutnya, beranjak dari sandarannya mendekati sang swordsman.
“Liat nih” dia menarik sesuatu dari sakunya, selembar kertas berwarna ungu berisikan tulisan-tulisan aneh.
“Sheepskin scroll!!” seru sang swordsman.
“Dapat darimana??”
“Ra ha sia” Centil menjulurkan lidahnya.
“Wew, yaudah. Sekarang gimana?”
“Menurut kamu gimana?”
“Hmm.. “ sang swordsman berpikir. Itu adalah salah satu benda yang
paling dicari oleh para bajak laut. Konon tulisan-tulisan di gulungan
kertas itu berisi petunjuk yang dapat mengantarkan orang yang berhasil
memecahkannya ke pulau legenda yang penuh dengan harta karun, Treasure
Gulf.
“Kalian benar benar ingin kesana??” sang swordsman melirik kedua gadis kecil itu.
“Mau mau!!” NaFairy mengangguk dengan riang. Centil mengiyakan dengan kalem.
“Aku dengar perjalanan kesana sangat berbahaya” tukas Gran, sang swordsman.
“Kita nggak takut weee...”
“Hmm, kalau memang kalian benar-benar mau pergi, harus bersiap-siap dulu” Gran menyarankan.
Gran lalu mengajak kedua gadis kecil itu menemui sang pembuat kapal terhebat di Magical Ocean, Franklin.
“Halo halo selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?” sapa si builder ramah.
“Punya stok kapal, Frank?” tanya Gran.
“Hohoho jangan kuatir, hutan-hutan di Ascaron masih punya cukup
wood untuk membangun seribu kapal. Mau yang seperti apa?”
“Windseeker tiga”
“Aku mau Torrent!” Centil menolak membeli Windseeker.
“Baiklah, dua Windseeker, satu Torrent, bayar sendiri sendiri” ujar Gran.
“Baik, silahkan pilih dan ambil di pelabuhan” kata Franklin.
Maka dimulailah petualangan tiga orang bajak laut itu menuju ke
Treasure Gulf. Dipimpin oleh Grandonx mereka mengarungi ganasnya
samudera Magical Ocean. Sesuai namanya, Magical Ocean adalah lautan
yang ajaib, terdapat pusaran pusaran air yang disebut portal muncul
sewaktu-waktu di tengah-tengah samudera, membimbing siapa saja yang
memasukinya ke tempat-tempat yang tidak pernah ada dalam peta tiga
benua. Konon tempat-tempat itu penuh dengan harta karun yang dijaga
oleh makhluk-makhluk ganas. Salah satu dari portal tersebut adalah
portal menuju ke Treasure gulf yang mereka cari-cari.
Berhari-hari mereka menjelajahi luasnya samudera, namun hasilnya nihil. Perbekalan mulai menipis.
"Kk Grand.. kk yakin kita bisa sampai kesana? Bahan bakar kapalku tinggal sedikit kk" keluh NaFairy.
"Weew.. Kamu yakin ini jalannya?? Jangan-jangan skill darat kamu kepake" Centil nampak lesu.
"Hmm..." Gran garuk-garuk..
"Bisa jadi" sergahnya pendek
"HUUUUUUUUU" spontan NaFairy dan Centil meneriaki..
Grandonx, selain Set stall, mining, woodcutting dan salvaging memiliki lifeskill spesial yaitu.... NYASAR!!
Seringkali kompas miliknya rusak dan menunjuk ke arah yang tidak
dikehendaki.. Akibatnya, untuk hunt smuggler saja malah sering nyasar
ke valhalla.. Inilah yang dikhawatirkan Centil.
"Ya sudah, sini. Biar aku yang memimpin perjalanan!!" Centil hilang kesabaran dan memacu kapalnya lebih dulu.
"Hoi hoi tungguuuu!!" Gran yang lagi asik mancing ubur-ubur buat sarapan buru-buru menurukan layarnya.
Centil lebih menguasai peta Magical Ocean. Karena itu tak lama kemudian
mereka sampai ke tengah lautan dimana sebuah arus berputar menantikan
mereka.
"Ayo Na, Cen.. ke Treasure Gulf!!" Kapal Gran bergerak memasuki pusaran air itu.
"Kk yakin ini benar portalnya?" NaFairy ragu-ragu.
"Iya Ayooo, jangan buang-buang waktu lagi!!" Centil menyusul kapal Gran masuk ke pusaran itu.
"Ya udah deh, Na ikut aja" NaFairy masih tampak ragu-ragu.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" Pusaran air itu berputar begitu
kencang, semakin ke tengah arusnya makin kuat. Jika tidak terbiasa,
Pusaran itu dapat membuat siapa saja yang melewatinya tak sadarkan
diri..
Matahari kembali bersinar cerah.
"Mamaaaaaa..." Jerit Grandonx meronta. Celananya kemasukan kepiting.
Setengah jam dia berusaha mengusir makhluk itu biar tidak
menyusahkannya selama perjalanan nanti.
"Ugh, siumannya gak keren!! memalukan!!" Gran meringis. Yah, dia baru
saja bangun dari pingsannya. Entah berapa jam dia terkapar, dan..
"Hooooiii teman-teman!! Banguuuuun!!" Gran bersorak berlinang airmata
melihat kedua kapal lainnya masih utuh mengapung di lautan yang tenang
itu.
"Waaaah, inikah Treasure Gulf?? Indahnyaaaaa" NaFairy tak
henti-hentinya berdecak kagum. Lautan disana sangat tenang, ada
pulau-pulau kecil ditumbuhi rumput-rumput hijau, ikan-ikan berenang
kalem merasa tak terusik dengan tiga kapal asing yang baru saja muncul
itu.
"Kk Grand dimana pulaunyaa??"
"Di tengah sana" Gran menunjuk suatu arah.
Mereka pun berlayar mendekat.
"Gran, kita harus cepat mencapai daratan" Centil mengingatkan
"Iyaa iyaaa" Gran mengerti kondisi kapal-kapal mereka.
"Kk grand, lihat. Ada kapal karam. Samperin yuk" NaFairy berbelok saat melihat sebuah bangkai kapal terapung.
"Na, hati-hati"
CRESSSSSSSSS.... Tiba-tiba dari dasar lautan muncul sebuah kapal kayu
berwarna cokelat lusuh, tanpa layar, tanpa awak kapal.. Kapal hantu!!
"DORR!! DORR!! DORR!!" Tanpa basa basi kapal tadi langsung menggempur
kapal milik NaFairy. Serangan-serangan cepat dengan kerusakan tinggi.
"Naaaaaaaaaaa!!! Kabuuuur!!" Gran melaju, berusaha menghalangi hujan meriam dari kapal hantu tadi..
"KRaakk!!" tiang layar kapal mulai retak, bagian depan kapal menjadi
sasaran empuk, tapi Gran berusaha bertahan sampai NaFairy menjauh.
"Aaaaaaa... tolooong" jerit NaFairy berusaha menjauh.
Tiba-tiba saja kapal itu menghilang dan sekonyong-konyong muncul di samping perahu Centil.
"Ceeeeenn... Ngapain kamu disitu!! Kabuuuuurrr!!" Gran kaget melihat
kapal milik Centil justru lebih dekat ke arah rongsokan kapal tadi.
Terlambat, gempuran kapal hantu nampaknya begitu dahsyat. Sebentar saja kapal milik Centil sudah terbelah dua, mulai tenggelam.
"Ceeentiiiiil..." Teriak Gran hampir tak percaya apa yang dilihatnya.
Cleric kecil itu tampak pasrah, tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Centil merogoh sakunya. "Graaaaaaaaaaan!!!" Dia melemparkan gulungan kertas berwarna ungu, Sheepskin scroll yang dimilikinya.
blub-blub-blub... sebentar kemudian Centil sudah menghilang, tenggelam
ke dasar lautan. Gran melongo, sheepskin scroll di genggamannya ikut
gemetaran.
"AAAAAAARRRGGGGHHH!!" Gran menghantam lantai dengan kepalan tangannya.
"Siaaaaaaaalll"
"Kk grand.." Na mencoba menenangkan
"Tidak bergunaaaaaa!!" Gran menendangi tiang layar kapalnya
"KRIEEEEEETTT" ups, hehehe.. pelan-pelan.. Patah ntar..
"Duh, gimana ini..." Keluh Gran terduduk
"Sudahlah kk, jangan menyalahkan diri sendiri" Saran NaFairy.
"Kita harus terus berlayar"
Dengan berat hati Gran menurut. Mereka lalu berlayar dengan sangat
hati-hati. Gran gelisah karena bahan bakarnya sudah hampir habis.
Sementara kapal milik NaFairy sudah mulai kritis keadaannya.
"Kk, ini dimana docknya??" NaFairy bertanya.
"Agak jauh dari sini Na, makanya hati-hati"
"Iya kk" Na mengangguk.
Hampir sampai di mystery harbor, pelabuhan pulau harta, sebuah kapal
dengan semacam sayap di sisinya berlayar berputar putar disana.
Deathsoul gunboat, kapal yang konon dihuni roh-roh pirate yang
tenggelam saat berlayar. Kapal ini lebih ganas lagi dari kapal hantu,
dapat menghancurkan siapapun yang mendekat dalam sekejap.
"kk gimana ini??" NaFairy bingung
"Wah, tidak ada jalan lain, kita harus menerobos, tapi pelan-pelan. Lewat pesisir saja Na"
"Oke kk"
Mereka pun berlayar lewat pinggiran pantai menuju ke mystery harbor.
Gran dan Na menanti saat gunboat berpaling lalu cepat-cepat menyeberang.
"Ayo Na, cepat" tukas Gran.
"Ia kk tunggu" Na tertinggal sedikit di belakang Gran.
Di luar dugaan, Deathsoul Gunboat melihat kapal Na lalu mengejarnya dengan kecepatan penuh.
"Naaaaa!! cepat!! awas di belakangmuu!!"
NaFairy berpaling, kapal itu sudah menempel tepat di belakang kapalnya.
Tidak sempat menghindar, Windseeker itu hancur sebelum Gran sempat
berteriak untuk kedua kalinya.
"NAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Tidaaaaaaakkk"
"Aaaaaaaaaaa!! kk Grand Toloooong" Jerit NaFairy panik. Kapalnya mulai terbenam.
"Uaaaaaaaaaaaaaa!!" Gran menyesali dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Kapal NaFairy tenggelam begitu saja.
"Kk Grand jangan menyerah, ayo teruskan perjalanannya sampai harta itu
ketemu. Jangan pedulikan Na kk, Na mau nyusul kk Centil dulu ya"
NaFairy mengucapkan kata-kata yang benar-benar menyayat hati Grandonx
sebelum tubuhnya terbenam mengikuti kapalnya jauh ke dasar samudera..
Gran menginjakkan kaki di Treasure Gulf dengan mata sembab. Hampir
seharian dia menangisi kepergian kedua sahabatnya itu. Namun Gran
kembali teringat kata-kata terakhir NaFairy. Dia lantas menerawang
lembaran Sheepskin Scroll itu dibawah sinar matahari Treasure Gulf,
nampak coretan-coretan dalam bahasa kuno Pirate tertulis disana.
"Lupa lupa lupa... C-A minor-D minor.. ke C lagi" Weks, apa-apaan ini??
Setelah berjam-jam berusaha memahami tulisan aneh yang tertera disana,
Gran menuju ke arah sebatang pohon pinus, menggali-gali disana..
Dia menemukan sebuah Whirlpool Vest, nampaknya peninggalan bangsa Voyager.
"Aku berlayar mengarungi samudera yang ganas, kehilangan
sahabat-sahabatku hanya demi ini??" Gran tak dapat menahan luapan
airmatanya.
Hari mulai sore di Treasure Gulf, langit senja berwarna kemerahan. Gran
baru saja selesai memperbaiki kapalnya. Dipandanginya lautan luas yang
akan segera diarunginya.
"Na, Cen.. Maafkan aku tak bisa menjaga kalian berdua.. Ini,
kenang-kenangan cita-cita perjalanan kita buat kalian. Mudah-mudahan
kalian bahagia disana" Gran melemparkan Whirlpool Vest yang didapatnya
ke tengah-tengah laut, lalu melanjutkan perjalanan panjangnya..
