bajak laut



Menjadi bajak laut rupanya memang merupakan harapan bagi setiap warga di sebuah desa nelayan yang bernama Hobyo, Somalia.
Sebuah desa miskin yang belum menikmati saluran air bersih dan sambungan listrik, namun sebagian penduduknya hidup bergelimangan harta rampasan dan uang tebusan. Didesa Hobyo inilah para bajak laut yang ditakuti oleh perusahaan pelayaran dari berbagai negara.
Dan
juga tidak heran jika para wanita desa tersebut tertarik dan bangga
menikah dengan para bajak laut papan atas dunia tersebut, seperti yang
dilaporkan oleh Reuters berikut ini.
Sseorang perempuan di Desa Hobyo, Somalia yang bernama Sahra Ali,
walaupun ia sadar bahwa akan dapat menjadi janda dalam waktu singkat,
namun dengan bangga menjadi pusat perhatian karena baru-baru ini dapat
merebut hati seorang pimpinan bajak laut desa tersebut.
Sebuah pesta pernikahan dengan konvoi mobil mewah dan dikawal empat sepeda motor saat upacara pernikahannya di Desa Hobyo, Somalia. Sang calon mempelai pria tidak lain adalah komandan bajak laut yang cukup disegani didunia. “Saya sangat bangga bisa menjadi seorang istri komandan bajak laut,” kata Sahra Ali, sang mempelai wanita baru-baru ini kepada Reuters.
Yah…bagaimana mereka tidak hidup bergelimangan dengan harta jarahan dan tebusan, sepanjang tahun 2009 ini saja , bajak laut asal Somalia ini telah membajak sebanyak 30 kapal laut, sedangkan pada tahun 2008 berhasil membajak sebanyak 42 kapal laut.
Negara-negara barat kini telah menerjunkan angkatan lautnya keperairan Somalia untuk menghentikan aksi para bajak laut dari somalia ini, namun keberadan mereka sepertinya tidak membuat para bajak laut dari desa ini menghentikan aksi mereka.
Buktinya, saat pesta pernikahan Sahra Ali, wartawan Reuters melaporkan melihat dua orang yang saling berjabat tangan , mereka baru saja menyepakati sebuah aksi bajak laut gabungan. Kedua orang tersebut adalah anggota kelompok yang berhasil membajak kapal laut asal Yunani MV Ariana. Mereka mengaku setelah menerima uang tebusan dari pemilik kapal tersebut akan membentuk kelompok bajak laut baru dan mencari mangsa yang lebih besar lagi.
“Kami mencapai kata sepakat, jika kami berhasil membajak dua atau tiga kapal lagi, saya akan pensiun. Sebelum pensiun saya tetap akan menjadikan bajak laut sebagai profesi utama saya,” ujar pria yang bernama Roble tersebut dengan lantang.
Roble mengaku tidak ingin menghabiskan hidupnya sebagai bajak laut. Dia mencontohkan rekan seusianya yang telah pensiun dan kini menjadi juragan Khat, sejenis narkotika ringan yang sangat digemari oleh warga Somalia.
Weleh…Weleh…Cita-Cita Kog Jadi Bajak Laut…Ya ?
